Pendekatan BWAT-TIME dan Teknologi SCX dalam Tata Laksana Ulkus Kaki Diabetik Berulang: Studi Kasus

Penulis

  • Richa Aprilianti RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Penulis
  • Sri Yulia Rahayu Dr. Hasan Sadikin General Hospital image/svg+xml Penulis
  • Harsah Bahtiar Zainudin RSU Muhammadiyah Lumajang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.67435/8bqf6n61

Kata Kunci:

ulkus kaki diabetik; BWAT; TIME; Kadermin; studi kasus; perawatan luka

Abstrak

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering berulang dan sulit sembuh karena dipengaruhi neuropati, gangguan perfusi, tekanan mekanik, infeksi, biofilm, serta inflamasi berkepanjangan. Pengkajian luka yang objektif menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) dan intervensi sistematis berdasarkan kerangka TIME (Tissue management, Inflammation/Infection control, Moisture balance, Edge of wound) dapat membantu perawat luka menentukan masalah utama luka, memantau progres, dan memilih terapi topikal secara rasional. Teknologi SCX (Silica Complex dengan ion perak dan klorheksidin) merupakan terapi topikal adjuvan yang berpotensi mendukung kontrol bioburden, pembentukan barrier protektif, dan pengelolaan lingkungan luka bila digunakan sebagai bagian dari perawatan standar.

Tujuan: Mendeskripsikan penerapan integrasi BWAT, kerangka TIME, dan teknologi SCX sebagai terapi adjuvan pada perawatan ulkus kaki diabetik berulang.

Metode: Studi kasus deskriptif disusun berdasarkan observasi klinis, anamnesis, pemeriksaan fisik, pengkajian neurovaskular, skor BWAT, dan dokumentasi foto luka serial pada pasien dengan ulkus kaki diabetik berulang. Perawatan dilakukan dengan debridement, pembersihan luka, kontrol bioburden, pemilihan balutan untuk keseimbangan kelembapan, offloading, edukasi diet dan kontrol stres, serta terapi topikal adjuvan berbasis SCX.

Hasil: Pasien perempuan usia 48 tahun dengan diabetes melitus tipe 2, neuropati, obesitas, deformitas kaki, tanda gangguan vaskular perifer, dan riwayat lima episode ulkus kaki diabetik mengalami perbaikan klinis selama perawatan. Pada DFU ke-2 di posterior pedis dextra, skor BWAT menurun dari 35 menjadi 13. Pada DFU ke-5 di mid anterior pedis dextra, skor BWAT menurun dari 37 menjadi 22. Perbaikan ditandai oleh penurunan jaringan nonviabel, penurunan inflamasi dan eksudat, peningkatan granulasi, perbaikan kelembapan luka, serta perluasan epitelisasi. Tidak terdapat dokumentasi tanda sistemik yang mengarah pada sepsis selama observasi, namun evaluasi laboratorium dan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan osteomielitis tidak tersedia.

Kesimpulan: Integrasi BWAT-TIME dengan perawatan luka standar dan teknologi SCX sebagai terapi adjuvan berasosiasi dengan perbaikan klinis pada kasus ulkus kaki diabetik berulang.

Kata Kunci: ulkus kaki diabetik; BWAT; TIME; teknologi SCX; studi kasus; perawatan luka

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Afonso, A. C., Oliveira, D., Saavedra, M. J., Borges, A., & Simões, M. (2021). Biofilms in diabetic foot ulcers: Impact, risk factors and control strategies. International Journal of Molecular Sciences, 22(15), 8278. https://doi.org/10.3390/ijms22158278

Armstrong, D. G., Boulton, A. J. M., & Bus, S. A. (2017). Diabetic foot ulcers and their recurrence. New England Journal of Medicine, 376(24), 2367-2375. https://doi.org/10.1056/NEJMra1615439

Armstrong, D. G., Tan, T.-W., Boulton, A. J. M., & Bus, S. A. (2023). Diabetic foot ulcers: A review. JAMA, 330(1), 62-75. https://doi.org/10.1001/jama.2023.10578

Bates-Jensen, B. M., McCreath, H. E., Harputlu, D., & Patlan, A. (2019). Reliability of the Bates-Jensen Wound Assessment Tool for pressure injury assessment: The pressure ulcer detection study. Wound Repair and Regeneration, 27(4), 386-395. https://doi.org/10.1111/wrr.12714

Burgess, J. L., Wyant, W. A., Abdo Abujamra, B., Kirsner, R. S., & Jozic, I. (2021). Diabetic wound-healing science. Medicina, 57(10), 1072. https://doi.org/10.3390/medicina57101072

Bus, S. A., Armstrong, D. G., Crews, R. T., Gooday, C., Jarl, G., Kirketerp-Møller, K., et al. (2024). Guidelines on offloading foot ulcers in persons with diabetes (IWGDF 2023 update). Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 40(3), e3647. https://doi.org/10.1002/dmrr.3647

Chen, P., Vilorio, N. C., Dhatariya, K., Jeffcoate, W. J., Lobmann, R., McIntosh, C., Piaggesi, A., Steinberg, J. S., Vas, P., Viswanathan, V., Wu, S., & Game, F. (2024). Guidelines on interventions to enhance healing of foot ulcers in people with diabetes (IWGDF 2023 update). Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 40(3), e3644. https://doi.org/10.1002/dmrr.3644

Lee, M., Han, S. H., Choi, W. J., Chung, K. H., & Lee, J. W. (2016). Hyaluronic acid dressing (Healoderm) in the treatment of diabetic foot ulcer: A prospective, randomized, placebo-controlled, single-center study. Wound Repair and Regeneration, 24(3), 581-588. https://doi.org/10.1111/wrr.12428

McDermott, K., Fang, M., Boulton, A. J. M., Selvin, E., & Hicks, C. W. (2023). Etiology, epidemiology, and disparities in the burden of diabetic foot ulcers. Diabetes Care, 46(1), 209-221. https://doi.org/10.2337/dci22-0043

Senneville, É., Albalawi, Z., van Asten, S. A., Abbas, Z. G., Allison, G., Aragón-Sánchez, J., et al. (2024). IWGDF/IDSA guidelines on the diagnosis and treatment of diabetes-related foot infections (IWGDF/IDSA 2023). Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 40(3), e3687. https://doi.org/10.1002/dmrr.3687

Smart, H., Sibbald, R. G., Goodman, L., Ayello, E. A., Jaimangal, R., Gregory, J. H., et al. (2024). Wound bed preparation 2024: Delphi consensus on foot ulcer management in resource-limited settings. Advances in Skin & Wound Care, 37(4), 180-196. https://doi.org/10.1097/ASW.0000000000000120

Smet, S., Holloway, S., & Fox, G. (2021). The measurement properties of assessment tools for chronic wounds: A systematic review. International Journal of Nursing Studies, 121, 103998. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2021.103998

Voigt, J., & Driver, V. R. (2012). Hyaluronic acid derivatives and their healing effect on burns, epithelial surgical wounds, and chronic wounds: A systematic review and meta-analysis. Wound Repair and Regeneration, 20(3), 317-331. https://doi.org/10.1111/j.1524-475X.2012.00777.x

Worsley, A. L., Lui, D. H., Ntow-Boahene, W., Song, W., Good, L., & Tsui, J. (2023). The importance of inflammation control for the treatment of chronic diabetic wounds. International Wound Journal, 20(6), 2346-2359. https://doi.org/10.1111/iwj.14048

Zhang, P., Lu, J., Jing, Y., Tang, S., Zhu, D., & Bi, Y. (2017). Global epidemiology of diabetic foot ulceration: A systematic review and meta-analysis. Annals of Medicine, 49(2), 106-116. https://doi.org/10.1080/07853890.2016.1231932

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-27

Cara Mengutip

Pendekatan BWAT-TIME dan Teknologi SCX dalam Tata Laksana Ulkus Kaki Diabetik Berulang: Studi Kasus. (2026). Jurnal Rawat Luka ID, 1(1). https://doi.org/10.67435/8bqf6n61