Aplikasi DACC pada Luka Dehisense dengan Penyulit SLE: Studi Kasus

Penulis

  • Rudi Nugraha RS Hasan Sadikin Bandung Penulis

DOI:

https://doi.org/10.0001/abfgbf84

Kata Kunci:

dehisense, SLE, DACC

Abstrak

Latar Belakang: Dehisensi luka bedah pada pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang mendapatkan kortikosteroid jangka panjang merupakan kondisi kompleks karena dipengaruhi imunosupresi, gangguan pembentukan kolagen, risiko infeksi lokal, dan tingginya beban bioburden pada luka. Luka berkavitasi dalam membutuhkan pemilihan balutan yang aman, mudah dievaluasi, dan mampu mengurangi dead space tanpa meningkatkan risiko fragmen balutan tertinggal.

Tujuan: Mendeskripsikan manajemen luka dehisensi abdomen berkavitasi dalam pada pasien SLE menggunakan balutan hidrofobik berbasis Dialkylcarbamoyl Chloride (DACC), hydroactive gel, dan pemantauan serial menggunakan Cutimed® Wound Navigator.

Metode: Studi kasus tunggal dilakukan pada pasien perempuan usia 24 tahun dengan SLE dan dehisensi luka abdomen pasca-reanastomosis. Data dikumpulkan melalui pengkajian luka awal, dokumentasi klinis serial, Numeric Rating Scale (NRS), dan evaluasi setiap 3 hari pada tanggal 5, 11, 14, dan 17 April 2026.

Hasil: Dalam 12 hari perawatan, luas dalam rongga luka menurun dari 20 cm menjadi 13 cm atau berkurang 35%. Odor dan slough berkurang, eksudat menjadi lebih terkendali, nyeri saat ganti balutan luka menurun dari NRS 3/10 menjadi 0/10, dan jaringan granulasi sehat tampak tumbuh dari dasar rongga (bottom-up healing). Tidak dilaporkan efek samping lokal maupun komplikasi sistemik selama periode observasi.

Kesimpulan: Kombinasi DACC, hydroactive gel, balutan sekunder foam, serta pengkajian serial menggunakan instrumen navigasi luka menunjukkan respons klinis yang baik pada luka dehisensi berkavitasi dalam pada pasien SLE. Temuan ini perlu dikonfirmasi melalui pengamatan lebih panjang, pemeriksaan kultur/biomarker, dan dokumentasi foto serial yang lengkap.

Kata Kunci: DACC; dehisensi luka bedah; Systemic Lupus Erythematosus; kortikosteroid; manajemen luka

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

BSN Medical. (2024). Cutimed®️ Wound Navigator: Professional Guide for Evidence-Based Dressing Selection. Essity Health & Medical.

Cooper, R. (2013). Biofilms and wound infection in clinical practice. Wounds UK.

Kammerlander, G., et al. (2020). Clinical Efficacy of Dialkylcarbamoyl Chloride (DACC)-Coated Dressings in the Management of Contaminated and Infected Wounds: A Systematic Review. Journal of Wound Care.

Percival, S. L., McCarty, S., & Lipsky, B. (2015). Biofilms and wounds: an overview of the evidence. Advances in Wound Care, 4(7), 373–381.

Sandy-Hodgetts, K. (2017). Prevention and management of surgical wound dehiscence: A 10-step guide. Journal of Community Nursing.

Sircar, G., et al. (2021). Wound Healing in Systemic Lupus Erythematosus (SLE): Challenges and Management Strategies. International Journal of Rheumatic Diseases.

Totty, J. P., et al. (2017). The use of Dialkylcarbamoyl Chloride (DACC)-coated dressings in surgical site infection prevention: A systematic review and meta-analysis. Journal of Hospital Infection.

World Union of Wound Healing Societies (WUWHS). (2018). Consensus Document: Surgical Wound Dehiscence - Improving Prevention and Outcomes. Wounds International.

Ziaee, V., et al. (2018). Surgical Complications in Patients with Systemic Lupus Erythematosus: A Comprehensive Review. Journal of Inflammation Research.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-07

Cara Mengutip

Aplikasi DACC pada Luka Dehisense dengan Penyulit SLE: Studi Kasus. (2026). Jurnal Rawat Luka ID, 1(1). https://doi.org/10.0001/abfgbf84